HIPERTENSI SI NGGAK DIANGGEP PENTING TAPI TERNYATA BERBAHAYA
HIPERTENSI SI NGGAK DIANGGEP PENTING TAPI TERNYATA BERBAHAYA
Selasa kemarin, sekitar 50 siswa SMP datang Ke Puskesmas untuk meminta surat keterangan sehat dari dokter. Menariknya, 4 dari 50 siswa ternyata tensinya diatas 140/90. Meski sudah dijeda dan di tensi ulang hasilnya tetap sama. Menurut survey, 30% lebih dari kita hipertensi. Yang tahu dirinya hipertensi, karena sudah cek, 10%an. Yang minum obat teratur sekitar segitu juga. Hipertensi tak dianggap masalah serius mungkin karena tak ada gejala serius yang dirasakan. Atau tak mengganggu hidup. Malah dipikir sebaliknya, "Untuk apa minum obat tiap hari? Kan, bisa merusak ginjal".
Padahal jika hipertensi tidak diobatai dengan rutin maka kasihan jantung, ginjal dan otaknya. Lho kok gitu? Jantung itu tugasnya memompa darah. Kita ibaratkan aliran darah di tubuh itu seperti aliran air di rumah ya. Aliran air di rumah bisa keceng kalau pompanya kenceng kita ibaratkan pompa air di rumah kita deh, kalau misalnya pengen aliran lancar maka pipa atau selangnya harus nggak boleh ada sumbatan atau airnya bener bener harus bersih, pipa nggak boleh menyempit, pompanya juga mesti bekerja baik.
Nah pada kasus orang dengan hipertensi ini, sama seperti air mengandung lumpur, darah tidak hanya berisi se sel darah tetapi juga berisi lemak dan partikel partikel yang membuat alirannya menjadi terhambat. Agar bisa lancar maka pompa mesti kerja keras. Kalau pompa terus terusan kerja keras maka bisa terbakar atau konslet, begitu juga jantung kita. Tiba tiba serangan jantung membuat orang “tiba-tiba” pulang ke alam baka. Sore ngobrol, paginya meninggal.
Nah kalau aliran airnya kenceng banget karena pompanya kerja ekstra maka penyaring airnya jadi ikut ikutan kerja ekstra. Di tubuh yang berfugsi sebagai penyaring adalah ginjal. Kalau terus terusan kena aliran darah yang kenceng lama lama jebol juga, kalau sudah jebol malah nggak bisa berfungsi buat menyaring zat zat yang nggak perlu diedarkan. Akibatnya racun tidak bisa dikeluarkan tubuh sehingga kaki bengkak-bengkak dan wajah hitam-hitam. Mesti cuci darah 2x seminggu dan kalau tidak, lewat.
Terus gimana sama otak? Otak itu serabutnya lembut dan kecil, mestinya yang lewat sudah bener bener bersih dan ngalir slow. Kalau masih ada partikel yang besar dan alirannya terlalu kuat juga membuat serabutnya tidak kuat menahan akibatnya pecah di otak jadinya stroke, membuat lidah pelo, lumpuh separuh tubuh. Kalau pun diterapi, setahun hasilnya cuma bisa gerak-gerak dikit. Kalau fatal, juga bisa mengantar orang ke alam baka. Jadi gimana? Masih mau ntar ntaran aja ngobatin hipertensinya?
