Menjenguk Bayi: Boleh Berkunjung, Tapi Jangan Lupa Etikanya
Menjenguk Bayi: Boleh Berkunjung, Tapi Jangan Lupa Etikanya
Kelahiran seorang bayi tentu membawa kebahagiaan. Rasanya ingin segera datang, melihat wajah mungilnya, mengucapkan selamat kepada orang tua, bahkan mungkin ingin menggendong dan mencium si kecil.
Namun, bayi yang baru lahir masih sangat rentan terhadap infeksi. Karena itu, menjenguk bayi bukan hanya soal datang dan memberi ucapan selamat, tetapi juga tentang bagaimana memastikan kehadiran kita tetap aman dan nyaman bagi bayi serta ibunya.
Yuk, kenali do & don'ts saat menjenguk bayi!
DO: Yang Sebaiknya Dilakukan
1. Pastikan kondisi tubuh sedang sehat
Ini yang paling penting.
Kalau sedang batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan, diare, atau merasa kurang sehat, sebaiknya tunda dulu kunjungan.
Niat baik tidak harus selalu diwujudkan dengan datang langsung. Mengirim ucapan selamat melalui pesan juga sudah merupakan bentuk perhatian.
2. Tanyakan dulu sebelum datang
Jangan langsung muncul di depan rumah atau tempat perawatan.
Hubungi orang tua terlebih dahulu dan tanyakan:
"Kapan waktu yang nyaman untuk menjenguk?"
Ibu dan bayi mungkin sedang membutuhkan banyak waktu untuk beristirahat. Selain itu, bayi juga memiliki jadwal menyusu dan tidur yang perlu dihormati.
3. Cuci tangan sebelum menyentuh bayi
Sebelum menyentuh, menggendong, atau membantu merawat bayi, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
Tangan kita bisa membawa berbagai kuman meskipun terlihat bersih.
Jangan lupa mencuci tangan setelah memegang benda dari luar, menggunakan toilet, makan, atau batuk dan bersin.
4. Minta izin sebelum menggendong
Tidak semua bayi perlu langsung digendong oleh banyak orang.
Tanyakan terlebih dahulu kepada orang tua apakah boleh menggendong. Jika orang tua mengatakan belum boleh, jangan tersinggung.
Mereka sedang menjaga kesehatan bayinya.
5. Jaga suara dan suasana
Bayi membutuhkan banyak waktu untuk tidur dan beristirahat.
Jadi, tidak perlu berbicara terlalu keras, tertawa berlebihan, atau membuat suasana ramai.
Jenguk sebentar, beri doa dan ucapan selamat, lalu berikan kesempatan keluarga menikmati waktu bersama bayinya.
6. Hormati waktu menyusui
Jika ibu sedang menyusui, berikan privasi dan ruang yang nyaman.
Tidak perlu menunggu atau mengajak ngobrol terus-menerus. Biarkan ibu fokus menyusui dan beristirahat.
7. Tanyakan kebutuhan orang tua
Daripada membawa banyak barang yang mungkin belum dibutuhkan, tidak ada salahnya bertanya:
"Ada yang bisa saya bantu?"
Kadang bantuan sederhana seperti membawakan makanan, membantu pekerjaan rumah, atau menjaga kakaknya sebentar justru lebih berarti bagi orang tua baru.
DON'T: Hal yang Sebaiknya Dihindari
1. Jangan menjenguk saat sedang sakit
Meskipun hanya merasa "sedikit flu", sebaiknya tetap menunda kunjungan.
Bayi memiliki sistem pertahanan tubuh yang masih berkembang sehingga lebih rentan terhadap berbagai infeksi.
Lebih baik kangen sebentar daripada membuat bayi sakit.
2. Jangan mencium bayi sembarangan
Pipi bayi memang menggemaskan. Tetapi, tahan dulu keinginan untuk mencium wajah, tangan, atau bibir bayi.
Berbagai kuman dapat berpindah melalui kontak dekat. Beberapa infeksi yang ringan pada orang dewasa dapat menjadi serius pada bayi.
3. Jangan menyentuh bayi dengan tangan yang belum dicuci
"Sebentar saja" tetap bukan alasan untuk melewati kebiasaan mencuci tangan.
Apalagi jika sebelumnya baru bepergian, memegang benda dari luar, atau bersalaman dengan banyak orang.
4. Jangan membangunkan bayi hanya untuk bermain
Bayi tidur bukan karena malas.
Tidur merupakan bagian penting dari tumbuh kembang bayi. Jika bayi sedang tidur, biarkan ia beristirahat.
Bayi bukan objek kunjungan. Bayi adalah manusia kecil yang membutuhkan waktu untuk tidur, menyusu, dan beradaptasi.
5. Jangan memberikan makanan atau minuman tanpa izin
Bayi, terutama yang masih kecil, memiliki kebutuhan nutrisi khusus.
Jangan memberikan makanan, minuman, madu, jamu, atau bahan lain kepada bayi tanpa persetujuan orang tua dan petunjuk tenaga kesehatan.
6. Jangan memberikan nasihat yang membuat orang tua tertekan
Kalimat seperti:
"Dulu anak saya begini..."
"Harusnya bayinya digendong seperti ini..."
"Kok ASI-nya begitu?"
mungkin dimaksudkan sebagai perhatian, tetapi bisa membuat orang tua baru merasa dihakimi.
Lebih baik berikan dukungan:
"Semangat ya. Kalian sudah melakukan yang terbaik untuk si kecil."
7. Jangan mengambil atau mengunggah foto bayi tanpa izin
Foto bayi memang menggemaskan. Tetapi sebelum memotret atau mengunggahnya ke media sosial, minta izin kepada orang tua terlebih dahulu.
Privasi keluarga tetap perlu dihormati.
Menjenguk Bayi Itu Tentang Kepedulian
Menjenguk bayi tidak harus lama. Tidak harus membawa hadiah mahal. Tidak harus menggendong atau mencium bayi.
Kadang, kunjungan terbaik justru sederhana:
datang dalam kondisi sehat, mencuci tangan, berbicara dengan lembut, menghormati waktu istirahat, memberikan doa, lalu pulang tanpa membuat keluarga kelelahan.
Karena ketika kita menjenguk bayi, sebenarnya kita tidak hanya sedang menunjukkan kasih sayang kepada si kecil.
Kita juga sedang membantu orang tua memberikan awal kehidupan yang aman dan nyaman bagi buah hati mereka. ??
Ingat 5 hal sederhana:
SEHAT → CUCI TANGAN → MINTA IZIN → JAGA JARAK → HORMATI PRIVASI
Jadi, sudah siap menjadi tamu yang ramah bayi?
Puskesmas Kebumen III
Sehat Bersama, Peduli Sesama
