KELAS IBU HAMIL MESTINYA MENYENANGKAN DAN TIDAK SPANENG
KELAS IBU HAMIL MESTINYA MENYENANGKAN DAN TIDAK SPANENG
Kelas Ibu Hamil adalah upaya memberikan edukasi kepada ibu hamil dan keluarga tentang kehamilan, persalinan dan nifas. Dalam satu fase kehamilan ibu hamil akan mendapatkan 4 kali pertemuan. Dimana disetiap pertemuan ada tema tema yang dibahas mulai dari kesehatan ibu dan anak, gizi, kegawatdaruratan kebidanan dan persiapan nifas termasuk Kb pasca salin. Idealnya dalam setiap kelas, ibu hamil hadir bersama pendamping baik itu suami atau pemegang kebijakan di rumah tangga tersebut misal ora tua atau mertua.
Faktanya ibu hamil hanya datang sendiri sehingga pesan yang ingin disampaikan pada pemgeang kebijakan dalam rumah tangga menjadi tidak tersampaiakn. Alasan ketidak hadiran pendamping adalah waktu kelas yang lama. Biasanya kelas ibu hamil dilaksanakan dari pukul 9 sampai dengan pukul 12, kurang lebih 3 jam. Cukup menyita waktu memang. Tak jarang juga ibu hamil yang tampak mengantuk saat mengikuti kelas, karena proses pembelajaran yang hanya 1 arah dari petugas.
Puskesmas Kebumen III, melakukan uji coba kelas ibu hamil dengan metode KAP atau komunikasi antar pribadi di Kelas IbuHamil Desa Gemeksekti, hasilnya waktu pelaksanaan lebih pendek yaitu sekitar 45 menit. Ibu tampak menikmati dan hasil akhir testimoni menyampaikan bahwa ibu hamil menikmati pertemuan hari tersebut.
Apakah dengan metode KAP kelas ibu hamil dapat diukur pengetahuannya? ya, dengan metode KAP pengetahuan ibu yang hadir tetap dapat diukur dengan cara memberikan pertanyaan dalam bentuk benar salah dan minta semua ibu memberikan jawabannya dnegan tangan kanan untuk benar dan tangan kiri untuk salah. Pertanyaan ini bisa diberikan pre dan post test.
Bagaimana kelas ibu hamil dengan metode KAP. KAP adalah metode pembelajaran yang mengedepankan membangun hubungan dan keakraban sebelum memasukkan pesan pesan kesehatan. Jadi di awal sesi atau pertemuan, fasilitator harus membuka pagar dan merebut remote control dari ibu ibu yang hadir. Pagar yang dimkasud adalah semua hal yang menghalangi ibu hamil untuk bisa jujur dan terbuka pada fasilitator tentang kondisinya sedangkan remote control adalah semua yang membuta perhatin ibu tidak tertuju pada kita.
Ada banyak cara yang bisa dilakukan di kelas ibu hamil dengan metode KAP diantaranya dengan bernyayi, bermain dan bercerita. Dalam satu sesi kelas ibu hamil kita hanya bisa memberikan 1 pesan kunci sehingga ibu hamil dapat mengingat pesan tersebut dan harapannya dapat merubah perilaku menjadi perilaku yang diharapkan.
